![]() |
Data Aceh. Provinsi Aceh tidak cuma terkenal sebagai daerah yang Islami, kota yang diberi julukan Serambi Mekah ini juga memiliki alam yang menawan dan eksotis. Nah untuk soal alamnya, sepertinya belum banyak yang tahu nih kalau Aceh itu dianugerahi dengan alam yang sangat indah.
Wilayah Aceh berbatasan langsung dengan provinisi Sumatera Utara, wilayah Aceh pun terdiri dari 1 pulau yang menyambung dengan pulau Sumatera dan beberapa pulau kecil seperti pulau Weh, pulau Breueh, pulau Nasi, pulau Bunta, dan pulau Teunom.
Salah satu tempat yang menawan nan eksotis di Aceh adalah Gua Sarang, Gua Sarang terletak di Pulau Weh, pulau paling barat Indonesia. Lokasi tepatnya berada di di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, di Balek Gunung atau antara Pantai Pasir Putih dan Lhong Angen. Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih sangat alami. Panoramanya mirip-mirip dengan Phi Phi Island di Thailand, laut biru yang jernih dengan tebing-tebing tinggi yang kokoh. Plusnya di Gua Sarang, lokasi ini masih belum crowded jadi berasa lebih private dan lebih bebas menikmatinya.
Untuk mencapai Gua Sarang ada 2 pilihan jalan yang bisa dilalui. Jalur darat dan laut. Untuk jalur laut, perlu menyewa perahu nelayan dan harus didampingi oleh pemandu dari penduduk sekitar Pasir Putih atau Iboih. Tapi hindari berpergian saat bulan Mei sampai September, karena pada bulan-bulan tersebut angin barat sedang bertiup kencang, jadi sangat menantang dan sedikit berbahaya jika melewati laut tanpa pemandu. Namun tenang saja, selama perjalanan laut tersebut akan disuguhi pemandangna yang sangat eksotis dari tebing-tebing di pulau We ini, laut biru yang jernih pun semakin menggoda untuk diarungi.
Sedangkan kalau menggunakan jalur darat, memakan waktu sekitar 1 jam dari Sabang kota. Dari Sabang, menempuh jl.Cut Nyak Dien, sampai di pantai Gapang akan menjumpai persimpangan yang menuju ke The Pade Resort, ikuti arahnya, lalu akan melewati kawasan komplek TNI-AD (Kompi Balek Gunung). Setelah melewati komplek TNI berarti pertanda bahwa kita hampir sampai di lokasi dan terakhir kita berhenti di perkebunan warga, dari kebun itulah kita mulai berjalan kaki menuju ke lokasi Gua Sarang. Tapi sebelumnya sediakan uang Rp.5000/Orang ya untuk masuk, maklum karena perkebunan itu bukan jalan umum. Setelah melalui kebun, kita harus turun melewati tebing curam dan hutan, lalu akan berjalan lagi menyusuri pinggiran pantai Balek Gunung dengan berjalan diatas batu-batu ditepi pantai sebelum sampai ke lokasi Gua Sarang tersebut.
Memang jalan darat menuju kesana sangat berat dan melelahkan, akan tetapi semua akan terbyarkan ketika kita sampai kesana, pemandangan yang indah air yang jernih dan angin yang berhembus akan membuat kita lupa dengan perjalan tadi.
Wilayah Aceh berbatasan langsung dengan provinisi Sumatera Utara, wilayah Aceh pun terdiri dari 1 pulau yang menyambung dengan pulau Sumatera dan beberapa pulau kecil seperti pulau Weh, pulau Breueh, pulau Nasi, pulau Bunta, dan pulau Teunom.
Salah satu tempat yang menawan nan eksotis di Aceh adalah Gua Sarang, Gua Sarang terletak di Pulau Weh, pulau paling barat Indonesia. Lokasi tepatnya berada di di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, di Balek Gunung atau antara Pantai Pasir Putih dan Lhong Angen. Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang masih sangat alami. Panoramanya mirip-mirip dengan Phi Phi Island di Thailand, laut biru yang jernih dengan tebing-tebing tinggi yang kokoh. Plusnya di Gua Sarang, lokasi ini masih belum crowded jadi berasa lebih private dan lebih bebas menikmatinya.
Untuk mencapai Gua Sarang ada 2 pilihan jalan yang bisa dilalui. Jalur darat dan laut. Untuk jalur laut, perlu menyewa perahu nelayan dan harus didampingi oleh pemandu dari penduduk sekitar Pasir Putih atau Iboih. Tapi hindari berpergian saat bulan Mei sampai September, karena pada bulan-bulan tersebut angin barat sedang bertiup kencang, jadi sangat menantang dan sedikit berbahaya jika melewati laut tanpa pemandu. Namun tenang saja, selama perjalanan laut tersebut akan disuguhi pemandangna yang sangat eksotis dari tebing-tebing di pulau We ini, laut biru yang jernih pun semakin menggoda untuk diarungi.
Sedangkan kalau menggunakan jalur darat, memakan waktu sekitar 1 jam dari Sabang kota. Dari Sabang, menempuh jl.Cut Nyak Dien, sampai di pantai Gapang akan menjumpai persimpangan yang menuju ke The Pade Resort, ikuti arahnya, lalu akan melewati kawasan komplek TNI-AD (Kompi Balek Gunung). Setelah melewati komplek TNI berarti pertanda bahwa kita hampir sampai di lokasi dan terakhir kita berhenti di perkebunan warga, dari kebun itulah kita mulai berjalan kaki menuju ke lokasi Gua Sarang. Tapi sebelumnya sediakan uang Rp.5000/Orang ya untuk masuk, maklum karena perkebunan itu bukan jalan umum. Setelah melalui kebun, kita harus turun melewati tebing curam dan hutan, lalu akan berjalan lagi menyusuri pinggiran pantai Balek Gunung dengan berjalan diatas batu-batu ditepi pantai sebelum sampai ke lokasi Gua Sarang tersebut.
Memang jalan darat menuju kesana sangat berat dan melelahkan, akan tetapi semua akan terbyarkan ketika kita sampai kesana, pemandangan yang indah air yang jernih dan angin yang berhembus akan membuat kita lupa dengan perjalan tadi.
Data Aceh. Hymne atau gita puja adalah sejenis nyanyian pujaan, biasanya pujaan ditujukan untuk Tuhan atau sesuatu yang dimuliakan. Selain sebagai pujaan hymne juga sebagai bentuk lagu untuk mendoakan, memberi kesan agung, atau pun rasa syukur yang disampaikan dalam bentuk lagu. Hymne juga diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan. Contoh lagu perjuangan yang berbentuk hymne antara lain, Syukur, Gugur Bunga, Mengheningkan Cipta dan lain sebagainya.
Hymne : Himne ialah sajak yang berisi pujian kepada Allah, tanah air sesorang atau sesuatu yang dimuliakan.biasanya hymne memiliki irama yang lambat
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Himne adalah suatu Nyanyian Pujian (yang ditujukan kepada Tuhan atau orang suci yang kita hormati), suatu Gita Puja. Sedangkan menurut Wikipedia Ensiklopedia, “A Hymn is a type of song, ussualy religious, specifically written for the purpose of praise, adoration or prayer, and typically addressed to a God or other religiously significan figure.”
Sesuai dengan amanah melalui MoU Helsinki, di Finlandia antara GAM dan Pemerintahan Indonesia tersebut terkait Hymne
1. Penyelenggaraan Pemerintahaan Aceh
1.1. Undang-undang tentang penyelenggaraaan Pemerintah Aceh
1.1.5 Aceh memiliki Hak menggunakan simbol-simbol Wilayah termasuk bendera, Lambang dan Hymne
Hal ini sebagai sarana untuk merepresentasikan keistimewaan dan kekhususan Aceh, sebagaimana dijelaskan secara ekplisit dalam UU tersebut.
Pemerintah Aceh Melalui DPRA melaksanakan sayembara Lomba Hymne Aceh tersebut,
Penetapan pemenang utama sayembara himne Aceh diumumkan DPRA melalui pengumuman resmi yang ditandatangani Ketua DPRA, Tgk Muharuddin melalui Harian Serambi Indonesia, Senin (11/12). Dalam pengumuman itu, panitia sayembara juga menyertakan lirik atau syair himne karya Mahrisal Rubi, berikut dengan partitur not baloknya.
Sebagaimana diketahui, total karya yang ikut berkompetisi dalam Sayembara Himne Aceh sebanyak 85 karya. Setelah dilakukan seleksi administrasi, presentasi, dan demonstrasi karya pada 27-28 November, dewan juri kemudian menetapkan tujuh nominasi pemenang, yakni Muslizar SPd, CIOFF Aceh (Aidi Kamal), Dandi Bachtiar, Moritza Thaher, Subur Dani, Mahrisal Rubi, dan Dr Ir Wesli MT.
Berikut syair Lirik Aceh Mulia
![]() |
| sumber Foto Serambi |



