Data Aceh. Aceh Tenggara merupakan kabupaten yang sebagian besar daerahnya bearada pada daerah pegunungan. Tak heran jika udara di daerah ini sangat sejuk dan segar, tak hanya itu Aceh Tenggara juga memiliki potensi alam yang luar biasa. Begitu banyak tempat wisata yang masih alami bisa dijumpai di Aceh Tenggara, salah satunya adalah Air Terjun Lawe Dua.

Air Terjun Lawe Dua merupakan objek wisata favorit bagi masayarakat sekitar untuk mengisi libur akhir pekan. Tempat wisata ini menawarkan keindahan air terjun yang masih perawan lengkap dengan gemericik air dari pegunungan yang masih alami dan jernih. Kondisi alam sekitar yang sangat terjaga kelestariannya juga menjadi salah satu daya tarik untuk wisatawan berkunjung ke tempat ini.

Secara geografis, air terjun ini terletak pada Desa Lawe Dua, Kecamatan Bukit Tusam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Untuk menuju ke lokasi Air Terjun Lawe Dua, wisatawan bisa terlebih dahulu menuju ke Kutacene yang tak lain merupakan ibukota dari Aceh Tenggara. Dari Kutacene lokasi dari air terjun cukup dekat, wisatawan hanya perlu berkendara kurang lebih 10 menit menuju lokasi.

Wisatawan tak perlu bingung untuk mencari dimana lokasi air terjun berada, karena sudah terdapat petunjuk arah yang memudahkan pengunjung. Sayangnya, sekitar satu kilometer dari lokasi Air Terjun Lawe Dua kondisi jalan masih belum diaspal dengan baik. Pengunjung diharapkan untuk tetap berhati-hati karena jalan yang tidak rata, serta dipenuhi dengan bebatuan.

Gemericik air yang jatuh menerpa bebatuan seolah menyambut wisatawan ketika tiba di lokasi air terjun. Rindangnya pepohonan yang tumbu subur disekitar lokasi air terjun juga menambah suasana alami dari tempat wisata ini. Wisatawan juga bisa menikmati segarnya udara yang masih alami serta bebas dari polusi.

Berbeda dengan air terjun lainnya, sebenarnya Air Terjun Lawe Dua ini tergolong tak terlalu tinggi. Ketinggian dari air terjun hanya sekitar beberapa meter saja. Salah satu keunikan dari air tejun tersebut adalah adanya beberapa tingkatan air terjun yang jumlahnya 4 tingkatan. Wisatawan bisa dengan leluasa memanjat diantara bebatuan untuk mencari dan menikmati beberapa tingkatan air terjun ini.

Pada Air Terjun Lawe Dua ini, juga memiliki kolam-kolam alami yang bisa digunakan wisatawan untuk mandi serta merasakan segarnya air yang berasal dari pegunungan. Kolam-kolam ini pun tak terlalu dalam, kedalamannya hanya sepinggang orang dewasa sehingga cukup aman. Wisatawan juga bisa berdiri tepat dibawah air terjun serta merasakan sensasi air yang jatuh mengenai seluruh tubuh.

Selain menjadi destinasi favorit masyarakat yang tak pernah sepi pada akhir pekan, air terjun ini juga menjadi salah satu elemen penting bagi para penduduk yang tinggal disekitatnya. Penduduk memanfaatkan air di tempat ini untuk keperluan sehari-hari seperti mencuci, memasak, mandi, hingga sebagai sumber air minum.

Usai berenang dan mandi di segarnya air, wisatawan bisa beristirahat diatas bebatuan sungai dengan duduk semabri menikmati pesona alam sekitar air terjun. Suara gemericik air, udara yang sejuk, serta kicauan burung-burung liar yang merdu akan seketika menghilangkan rasa lelah.

Rasanya tidak akan rugi jika kamu menyempatkan diri berkunjung ke Air Terjun Lawe Dua yang ada di Aceh Tenggara ini. Kamu akan dimanjakan dengan derasnya air yang berasal dari sumber pegunungan alami. Gemericik suara air yang menerpa bebatuan sungai juga seolah selalu menemanimu ketika berada di air terjun.

Kamu bisa dengan bebas berenang, mandi, bermain air di kolam yang ada di bawah air terjun. Jika kamu ingin memacu adrenalin, kamu bisa naik ke beberapa tingkatan air terjun serta merasakan sensasi meluncur dari tingkat teratas. Panorama alam disekitar yang masih alami dan lestari menjadikan tempat ini sangat cocok bagi kamu yang ingin refreshing di akhir pekan.

Foto dari Kompassiana
Data Aceh. Kabupaten Aceh Tenggara atau sering disebut Agara memiliki areal lahan jagung seluas 30.000 hektare. Agara merupakan sentra produksi jagung di Aceh. Dalam 1 hektare lahan rata-rata dapat memproduksi 7,2 ton. Setiap hari di Agara dapat memanen 540 ton jagung dari 75 hektare. Dengan harga jagung Rp3.200/kg, akan menghasilkan Rp1,7 miliar per hari. Jadi, dapat dikatakan bahwa jagung merupkan salah satu penggerak utama ekonomi di Agara.

Dalam sambutanya saat melakukan Gerakan Panen Jagung Hibrida, Staf Ahli Mentan Bidang Lingkungan, Mukti Sardjono mengatakan bahwa dalam rangka swasembada jagung secara berkelanjutan, Menteri Pertanian telah mencanangkan program 3 juta hektar lahan jagung di Indonesia pada 2017. Sampai dengan saat ini Kementerian Pertanian telah mengalokasikan banyak program untuk komoditas jagung antara lain pemberian bantuan benih jagung, alat panen jagung, corn seller, dan vertical dryer.

“Untuk tahun 2015 Agara telah mendapat bantuan Combine Corn Harvester (CH) sebanyak 1 unit, corn seller (CS) 6 unit dan vertical dryer 4 unit. Tahun 2016 CH sebanyak 3 unit dan untuk corn seller sebanyak 44 unit, serta vertical dryer“, ujar Mukti.

Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara, Hasanudin Beruh, mengatakan bahwa setiap tahun Kabupaten Aceh Tenggara memproduksi jagung sekitar 220.000 ton per tahun setara Rp800 miliar per tahun dengan asumsi harga jagung adalah Rp3.200 per kg. Kabupaten Aceh Tenggara mendapat program bantuan jagung sebesar 9.200 hektare dari APBN dan APBK 5.000 hektare.

“Tahun 2017 kami berharap program pemerintah dapat ditingkatkan untuk komoditas jagung menjadi 20.000 hektare yang didukung dengan alat mesin pertanian,” ujar Hasanuddin.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa Kabupaten Aceh Tenggara adalah kabupaten berperingkat 5 yang berhasil mengentaskan kemiskinan masyarakat dari 23 Kabupaten/Kota yang terdapat di Provinsi Aceh.

Hasanuddin menambahkan bahwa setelah produksi jagung di Kabupaten Aceh Tenggara meningkat, petani berharap pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga dapat membantu dalam pemasaran.“Kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat meyakinkan investor untuk membuat pabrik pakan ternak di Kabupaten Aceh Tenggara, untuk lokasi kita cari bersama dan izin investasi akan saya berikan dalam satu hari,” tegas Hasanuddin.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Dandim 0108 Agara, Letkol. Inf. Yudiono, S.Ag, Kapolres Agara AKBP. Eddi Bastari, MSi, Kepala BKPLUH Agara Fakhri, SP, MSi, Kepala SKPK serta sekitar 400 petani, Babinsa, dan tenaga PPL.

Harga Emas Terkini